KUALITAS FISIK ORGANOLEPTIS, HARDNESS DAN KADAR AIR PADA BERBAGAI PAKAN TERNAK BENTUK PELLET

Main Article Content

Cahya S. Utama
B. Sulistiyanto
R. D. Rahmawati

Abstract

This study aims to evaluate the organoleptic quality, hardness and the moisture content of various pelleted animal feeds. This research was uses descriptive method. The pellet feed used was 8 types of pellet feed from various types of livestock, namely; pellet feed for laying hens grower; starter broiler pellet feed; beef pellet feed; dairy cow feed pellets; horse pellet feed; pellet feed of laying ducks; pellet feed for fattening pigs and pellet for fattening sheep are obtained from various animal feed stalls in Central Java. The parameters observed were organoleptic, hardness and moisture content. The results showed that the organoleptic physical test, hardness and moisture content greatly affected the quality of the pellets, but the color of the pellets tended to have no difference. The conclusion of this research was that testing the quality of pellets in various livestock can be done physically, organoleptically, hardness and moisture content.

Article Details

How to Cite
S. Utama, C., Sulistiyanto , B., & Rahmawati, R. D. (2020). KUALITAS FISIK ORGANOLEPTIS, HARDNESS DAN KADAR AIR PADA BERBAGAI PAKAN TERNAK BENTUK PELLET. Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah, 18(1), 43 - 53. Retrieved from http://ejournal.bappeda.jatengprov.go.id/index.php/jurnaljateng/article/view/808
Section
Artikel

References

Ahmad, Z. R. 2009. Cemaran kapang pada pakan dan pengendaliannya. Jurnal Litbang Pertanian. 28(1):15-20.
Akbar, M. R. L., D. M. Suci dan I. Wijayanti. 2017. Evaluasi kualitas pellet pakan itik yang disuplementasi tepung daun mengkudu (Morinda citrifolia) dan disimpan selama 6 minggu. J. Buletin Makanan Ternak. 104 (2) : 31 – 48.
Alviato, A., Muhtarudin dan Erwanto. 2015. Pengaruh penambahan berbagai jenis sumber karbohidrat pada silase limbah sayuran terhadap kualitas fisik dan tingkat palatabilitas silase. J. Ilmiah Peternakan Terpadu. 3(4) : 196 – 200.
Behnke, K. C. 1996. Feed manufacturing technology : current issues and challenges. Anim. Feed Sci. Tech. 62 : 49 – 57.
Colovic, R., D. Vukmirovic, R. Matulaitis, S. Bliznikas, V. Uchockis, V. Juskiene and J. Lecvic. 2010. Effect of die channel press way length on physical quality of pellets cattle feed Food and Feed Research. 1 : 1 – 6.
Ilmiawan, T., B. Sulistiyanto dan C.S. Utama. 2015. Pengaruh penambahan pollard fermentasi dalam pellet terhadap serat kasar dan kualitas fisik pellet. Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah. 13(2): 143 – 152
Ismi, R. S., R. I. Pujaningsih dan S. Sumarsih. 2017. Pengaruh penambahan level molases terhadap kualitas fisik dan organoleptik pellet pakan kambing periode penggemukan. JIPT. 5 (3) : 58 – 63.
Hidayah, N., I. P. Retno dan I. M. T. Baginda. 2017. Kualitas fisik organoleptic limbah tauge kacang hijau yang difermentasi menngunakan Trichoderma harzianum dengan aras starter dan lama pemeraman yang berbeda. Buletin Sintesis. 21(4): 21 – 25.
Jaelani, A., S. Dharmawati dan W. A. cahyono. 2016. Pengaruuh tumpukan dan lama masa simpan pakan pellet terhadap kualitas fisik. ZIRAA’AH. 41 (2) : 261 – 268.
Juniyanto, M. I. R., I. Susilawati, dan H. Supratman. 2015. Ketahanan dan kepadatan pellet hijauan rumput raja (Pennisetum purpuphoides) dengan penambahan berbagai dosis bahan pakan sumber karbohidrat. Jurnal Universitas Padjadjaran 4(2) : 1 – 13.
Ketaren, P.P. 2010. Kebutuhan gizi ternak unggas di Indonesia. J. Wartazoa, 20 (4).
Krisnan,R. 2008. Perubahan karakteristik fisik konsentrat domba selama penyimpanan. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. “Inovasi Teknologi Pendukung Pengembangan Agribisnis Peternakan Ramah Lingkungan. Bogor, 11 – 12 November 2008. Hal. 491 – 497.
Krisnan, R. dan S. P. Ginting. 2009. Prospek penggunaan pakan komplit pada kambing tinjauan manfaatdan aspek bentuk fisik pada kambing serta respon ternak. J. Wartazoa. 19 (2) : 64 – 75.
Krisnan, R. dan S. P. Ginting. 2009. Penggunaan Solid Ex-Decanter sebagai Binder Pembuatan Pakan Komplit Berbentuk Pellet : Evaluasi Fisik Pakan Komplit Berbentuk Pellet. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor, 13 - 14 Agustus 2009. Hal : 480 – 486.
Kurniawan, H., R. Utomo dan L. M. Yusiwati. 2016. Kualitas nutrisi kepala (Cocos nucifera L.) fermentasi menggunakan Aspergillus niger. Buletin Peternakan. 40 (1) : 26 – 33.
Midayanto, D. dan S. Yuwono. 2014. Penentuan atribut mutu tekstur tahu untuk direkomendasikan sebagai syarat tambahan dalam standar nasional indonesia. J. Pangan dan Agroindustri. 2(4) : 259-267.
Muramatsu, K., A. Massuquetto, F. Dahlke and A. Maiorka. 2015. Factors that affect pellet quality : a review. J. of Anim Sci and Tech. 5 : 717 – 722. DOI: 10.17265/2161-6256/2015.09.002.
Nurhayatin, T. dan M. Puspitasari. 2017. Pengaruh cara pengolahan pati garut (Maranta arundinacea) sebagai binder dan lama penyimpanan terhadap kualitas fisik pellet ayam broiler. JANHUS. 1 (2) : 32 – 40.
Rahmana, I., D. A. Mucra dan D. Febrina. 2016. Kualitas fisik pellet ayam broiler periode akhir dengan penambahan feses ternak dan bahan perekat yang berbeda. J. Peternakan. 13 (1) : 33 – 40.
Rakhmawati, Y. E., B. Sulistiyanto dan S. Sumarsih. 2017. Mutu fisik organoleptik pellet limbah penetasan dengan penambahan bentonit dan lama penyimpanan yang berbeda. Prosiding Seminan Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, Bogor 8 – 9 Agustus 2017. p. 656 – 663. DOI: http://dx.doi.org/10.14334/Pros.Semnas.TPV-2017-p.656-663
Retnani, Y., Y. Harmiyanti, D.A.P. Fibrianti dan L. Herawati. 2009. Pengaruh penggunaan perekat sintetis terhadap ransum ayam broiler. J. Agripet. 9 :1 – 9.
Siregar, E. Alawiyah., H. Rusmarilin, dan L.N. Limbong. 2015. Pengaruh lama blansing dan jumlah gula terhadap mutu manisan basah sawi pahit. J. Rekayasa Pangan dan Pertanian. 3(2) : 1- 7.
Solihin, Muhtarudin dan R. Sutrisno. 2015. Pengaruh lama penyimpanan terhadap kadar air kualitas fisik dan sebaran jamur wafer limbah sayuran dan umbi-umbian. J. Ilmiah Peternakan Terpadu. 3 (2): 48-54. DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jipt.v3i2.p%25p
Suhendra, D., G. T. Anggiati, S. Sarah, A. F. Nasrullah, A. Thimoty dan D. W. C. Utama. 2015. Tampilan kualitas susu sapi perah akibat imbangan konsentrat dan hijauan yang berbeda. J. Ilmu-ilmu Peternakan. 25 (1): 42-46. DOI: 10.21776/ub.jiip.2015.025.01.06
Sulistyanto, B., C. S. Utama dan S. Sumarsih. 2016. Kualitas fisik organoleptik pellet limbah penetasan sebagai bahan pakan alternative pada aras penambahan bentonite yang berbeda. Prosiding Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan ke-8. Sumedang, 16 November 2016. Fakultas Peternakan, Universitas Padjajaran, Bandung. Hlm. 125-129.
Susilawat, I. dan L. Khairini. 2017. Introduksi pembuatan pellet hijauan pakan ternak ruminansia di Arjasari Kabupaten Bandung. J. Pengabdian Kepada Masyarakat. 1 (4) : 244 – 247.
Syamsu, J. A. 2007. Karakteristik fisik pakan itik bentuk pellet yang diberi bahan perekat berbeda dan lama penyimpanan yang berbeda. J. Ilmu Ternak 7 (2) : 128 – 134.
Trisyulianti, E., Suryahadi dan V. N. Rakhma. 2003. Pengaruh penggunaan molases dan tepung gaplek sebagai bahan perekat terhadap sifat fisik wafer ransum komplit. Med.Pet. 26: 35-40.
Utama, C. S., Zuprizal, C. Hanim dan Wihandoyo. 2018. Isolasi dan identifikasi bakteri asam laktat selulolitik yang berasal dari jus kubis terfermentasi. J. Aplikasi Teknologi Pangan. 7(1): 1 – 6.
Widiyastuti, T., C. H. Prayitno dan Munasik. 2004. Kajian kualitas fisik pellet pakan komplit dengan sumber hijauan dan binder yang berbeda. Anim Prod. 6: 43-48.
Wulandari, C. A., W. Hersoelistyorini dan Nurhidajah. 2017. Pembuatan tepung gadung (dioscorea hispidia dennst) melalui proses perendaman menggunakan ekstrak kubis fermentasi. Prosiding Seminar Teknologi Pangan, Universitas Muhammadiyah Semarang. 423 – 430.