/

PADANAN BONITA DENGAN KELAS KESESUAIAN LAHAN HUTAN TANAMAN JATI

  • Heru Dwi R Balai Penelitian Dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan DAS-Solo
Keywords: Land Suitability Class (KKL), teak forest, bonita, teak plantation forest

Abstract

Pendekatan bonita untuk menunjukan suatu kualitas suatu lahan dapat cepat diketahui pada hutan tanaman yang telah dikelola secara baik. Bila lahan tersebut belum dikelola atau baru saja dilakukan penanaman maka akan menjadi pembatas untuk mengetahui kelas kualitas lahannya. Sehingga diperlukan pendekatan lain selain bonita sebagai penilai kualitas lahan.  Pendekatan tersebut adalah Kelas Kesesuaian Lahan (KKL), Pendekatan KKL merupakan pendekatan melalui pengukuran parameter-parameter lingkungan secara langsung. Untuk lebih mengintegrasikan dua pendekatan tersebut, maka perlu dipadu padankan antar dua pendekatan tersebut. Hasil padu padan antara bonita dengan KKL tersebut diharapkan evaluasi lahan hutan jati dapat dilakukan dalam keadaaan apapun, baik dalam keadaan lahan belum tertanami, lahan dengan tanaman muda yang belum dapat dievaluasi secara bonita. Meskipun KKL ini dapat dipergunakan untuk menilai/mengevaluasi kesuburan lahan hutan jati, ini bukan berarti akan menggantikan fungsi peran bonita dalam mengevaluasi lahan hutan jati. Aspek kepraktisan bonita dibanding dengan KKL dalam evaluasi lahan hutan jati, bonita sepertinya akan sulit tergantikan.

References

Fletcher, J.R; Gibb, R.G. 1990. Land Resources Survey Handbook for Soil Conservation Planning in Indonesia. DSIR Land Resources Scientific Report 11.127.pgs. Published jointly by DSIR Land Resources, New Zealand, Department of Scientific and Industrial Research, and the Directorate General Reforestation and Land Rehabilitation, Ministry of Forestry, Indonesia. Jakarta.

Parthama Putra IB, Sofwan B.,Djoko, W., Harbagung, dan Haruni, K. 1999. Petunjuk Teknis Penentuan Bonita Hutan Tanaman Industri. Badan Litbang Kehutanan dan Perkebunan, Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam, Bogor.

Priyono, C. N.S; Savitri, E. 1998. Metode Penentuan Kesesuaian Lahan Terhadap Jenis Tanaman. Pedoman Teknis. Info DAS No. 3 tahun 1998. Balai Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Badan Litbang Kehutanan. Surakarta.

Puslitbang Perum Perhutani. 2007. Studi Tapak (Site) Pada Pengelolaan Hutan Jati. Laporan Penelitian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perum Perhutani.

Ritung S.; Wahyunto; Agus, F.; Hidayat H., 2007. Evaluasi Kesesuaian Lahan: dengan Contoh Peta Arahan Penggunaan Lahan Kabupaten Aceh Barat. Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Centre.

Riyanto, H.D dan Pahlana, H.U.W. 2012. Kajian Evaluasi Lahan Sistem Bonita Di Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol. 9 No.1 Maret 2012. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Pusat Penelitian Dan Pengembangan peningkatan Produktivitas Hutan. Bogor.

Riyanto, H.D, B. Harijadi, P.B. Putra. 2020. Hubungan Bonita dengan Kelas Kesesuaian Lahan (KKL) Hutan Tanaman Jati Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah, Volume 18 Nomor 1 – Juni 2020

Sajjaduzzaman. Md, Abdus Subhan. M, Ralph. M, Nur Muhammad dan Muhammad, T.K. 2005. Site Index For Teak (Tectona grandis Linn. F.) In Forest Plantation Of Bangladesh. International Journal Of Agriculture and Biology. Vol.7, No.4.

Simon, H. 2007. Hutan Jati dan Kemakmuran: Problematika dan Strategi Pemecahannya. Cetakan II. BIGRAF Publishing. Yogyakarta.

Sukresno, U.H. Murtiono, A.B. Supangat dan C.N.S. Priyono. 2003. Pengaruh Pengelolaan Hutan Jati Terhadap Tata Air : Studi Kasus di Sub DAS dalam Kawasan Hutan Jati (Modang dan Cemoro) dan Luar Kawasan Hutan Jati (Grojogan). Temu lapang dan Ekspose Hasil-Hasil Penelitian UPT Badan Litbang Kehutanan Wilayah Sumatera. Palembang, 9-10 Desember 2003.

Yunianto, Z dan Muhadi. 2010. Erosi Pada Hutan Jati. Warta Puslitbang Volume XIII No. 01 Januari 2010. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perum Perhutani.

Published
2021-07-15
How to Cite
Dwi R, H. (2021). PADANAN BONITA DENGAN KELAS KESESUAIAN LAHAN HUTAN TANAMAN JATI. Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah, 19(1), 49-55. https://doi.org/10.36762/jurnaljateng.v19i1.848