/

Collaborative Governance dalam Pemberdayaan Masyarakat Disabilitas di Desa Maron Kecamatan Garung Kabupaten Wonosobo

  • Liliek Winarni Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik, Universitas Slamet Riyadi
  • Ika Nur Afni Ilmu Administrasi Negara, Fisipol, Universitas Slamet Riyadi
  • Riska Wirawan Universitas Slamet Riyadi
Keywords: Collaborative, Governance, Pemberdayaan, Disabilitas

Abstract

Kelompok masyarakat disabilitas merupakan warga negara yang harus mendapatkan hak yang sama, namun mereka sering terpinggirkan dan hidup kurang layak. Permasalahan disabilitas bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat saja, namun stakeholder lain juga bertanggung jawab. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa jauh peran yang dilakukan oleh stakeholder dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui collaborative governance yang dilakukan oleh pmerintah Desa Maron dengan Dinas Sosial Kabupaten Wonosobo, Dinas Sosial Kabupaten Temanggung, KSM Tali Kasih serta pihak swasta yaitu komunitas lokal dalam pemberdayaan masyarakat disabilitas. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan data dilakukan melalui wawancara dengan stakeholder yang terlibat dalam pemberdayaan masyarakat disabilitas serta dokumen sebagai data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa collaborative governance dalam pemberdayaan masyarakat disabilitas belum berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari indikator collaborative governance menurut DeSeve yang belum tercapai yaitu belum adanya komitmen yang kuat pada semua stakeholder, belum adanya kepercayaan yang kuat antar stakeholder, belum adanya aturan resmi terkait kolaborasi pemberdayaan masyarakat disabilitas serta belum akses sumber daya yang masih terbatas terutama anggaran dan juga prasarana. Rekomendasi pada penelitian ini adalah pemerintah dapat membuat program bantuan nasional untuk disabilitas, pemerintah bekerjasama dengan UMKM untuk pemberdayaan disabilitas.

References

Andayani, A. and Afandi, M. (2019) ‘Pemberdayaan dan Pendampingan Komunitas Penyandang Disabilitas Dalam Mengakses Pendidikan Tinggi’, Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama, 16(2), p. 153. doi:
10.14421/aplikasia.v16i2.1178.

Baturangka, T., Kaawoan, J, E. and Singkoh, F. (2019) ‘Peran Dinas Sosial Kota Manado Dalam Pemberdayaan Masyarakat Penyandang Disabilitas’, Jurnal Eksekutif, 3(3), pp. 1–9.

Cresswell, J. W. (2012) Research Desaign: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed. Edited by A. Fawaid. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Didin Putra Pradana, G. G. A. (2019) ‘Strategi Komunikasi Pemberdayaan Masyarakat Penyandang Disabilitas Intelektual (Studi Kasus pada Kelompok Swadaya Masyarakat Sambung Roso Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan)’, Commercium, 01(02), pp. 95–98.


Febrian, R. A. (2016) ‘Collaborative Governance Dalam Pembangunan Kawasan Pedesaan ( Tinjauan Konsep dan Regulasi )’, Jurnal Pemerintahan, Politik dan Birokrasi, II(1), pp. 200–208.

Kumalasari, I. and Dewi, U. (2017) ‘Collaborative Governance Dalam Penanganan Kasus Gangguan Jiwa di Desa Papringan Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo’, Jurnal Abdi Negara, 6(5).

Mafaza, A. and Setyowati, K. (2017) ‘Collaborative Governance dalam Pengembangan Desa Wisata’, Jurnal Kebijakan Publik, 11(1), pp. 7–12.

Sholehah, I. (2017) ‘Pemberdayaan Difabel Melalui Asset Based Approach’, Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 1(1). Available at: http://journal.uin-suka.ac.id/dakwah/JPMI.

Siregar, N. A. M. and Purbantara, A. (2020) ‘Melawan Stigma Diskriminatif: Strategi Pemberdayaan Penyandang Disabilitas di Desa Panggungharjo’, Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan, 4(1), pp. 23–44. doi: 10.14421/jpm.2020.041-02.



Surwanti, A. and Puspitosari, W. A. (2019) ‘Peningkatan peran kelompok rehabilitasi berbasis masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan penyandang disabilitas’, 3(3), pp. 305–314.

Susilawati, I. (2016) ‘Pemberdayaan Masyarakat Miskin Penyandang Disabilitas Melalui Pengembangan Industri Kreatif “Lembah Singkong” di Kabupaten Ponorogo’, Jurnal Lentera, 14(2).

Syobah, N. S. (2018) ‘Pemberdayaan Penyandang Disabilitas di Provinsi Kalimantan Timur’, Nuansa, 12(2), pp. 68–70.

Waruwu, D., Ketut, N. and Adhi, J. (2019) ‘Jurnal Civics : Media Kajian Kewarganegaraan’, Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 16(1), pp. 51–58.

Widiastuti, W. and Handayani, A. (2014) ‘Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir di Jawa Tengah (Studi Kasus Kabupaten Batang dan Pati)’, Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah, 12(2). doi: 10.1088/1751-8113/44/8/085201.

Yashinta, P. N. (2020) ‘Collaborative Governance Dalam Kebijakan Pembangunan Pariwisata Di Kabupaten Gianyar’, Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial, 4(1), pp. 1–23.
Published
2022-01-19
How to Cite
Winarni, L., Afni, I. N., & Wirawan, R. (2022). Collaborative Governance dalam Pemberdayaan Masyarakat Disabilitas di Desa Maron Kecamatan Garung Kabupaten Wonosobo. Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah, 19(2), 137-143. https://doi.org/10.36762/jurnaljateng.v19i2.857